4.5.09

John Titor sang Pengelana Waktu???

Sungguh aneh tapi nyata(nyata gak ya.??hehe..)pokoknya bingung deh.. ini mungkin cuma kerjaan orang usil,tapi kok data yang ada menguatkan keberadaan si Titor ini..
Tulisan ini bukan nakut2in.,tapi mungkin bisa jadi bahan pemikiran buat kita daripada gak mikir apa2 atau malah mikir jorok,hehehehe..
lets get started..

SIAPA SIH JOHN TITOR?

Sejak 2 November 2000, John Titor muncul di forum dengan name Timetravel_0, mengaku sebagai tentara Amrik dari tahun 2036. Dia menge-post foto mesin waktunya dan buku manualnya. John diperintahkan balik ke tahun 1970an untuk mengambil komputer kuno milik kakeknya (IBM 5100). Sebab di masanya (2036), komputer UNIX mengalami masalah (semacam Y2K) dan hanya IBM 5100 yg mampu mengatasinya! John seharusnya langsung balik ke masanya tapi dia singgah di tahun 2001 untuk memperingatkan orangtuanya akan bahaya2 masa depan. Pada saat itulah John muncul di forum. 21 Maret 2001, John pamit pulang ke masanya dan sejak itu tak pernah muncul lagi di forum.

BENERAN ADA GAK SIH INI ORANG?

John mengaku bahwa namanya cuma nama samaran. Nama aslinya tidak pernah diungkap. Katanya dia lahir tahun 1998 dan orangtuanya tinggal di Florida. Orangtua John tentu shock saat tahu siapa John sebenarnya. John juga sempat bertemu dengan “dirinya” sendiri (yg berumur 3th). John meninggalkan beberapa benda masa depan untuk orangtuanya dan meminta mereka membuat video detik2 keberangkatannya. Benda2 itu kini disimpan oleh pengacara orangtua John untuk dihancurkan. Video keberangkatan John smepat dikirim ke beberapa orang tapi tak pernah dipublikasikan. Anehnya, setelah kepergian John, orangtua John pindah dari Florida. Beberapa saat kemudian, 2 topan dahsyat menghajar area itu! Apakah mereka pindah karena John telah memperingatkan mereka???
aw.,aw.,aw....



KONTROVERSI

Namun, kaum yg tak percaya tetap menyerangnya dengan pertanyaan bahwa jika John memang benar dari masa depan, kenapa John tidak memperingatkan dunia tentang tragedi WTC 9/11, bom Bali, tsunami Aceh sebab tragedi2 itu menghebohkan dunia. Tapi kaum yg percaya membela John bahwa tragedi2 itu tidak ada artinya dibandingkan Perang Dunia 3 dan perang sipil 2015 yg mengoyak Amerika menjadi 5 pecahan (itu sebabnya John tidak menganggap penting untuk menyebutkan tragedi WTC dll).

TEORI PERJALANAN WAKTU (GRANDFATHER PARADOX)


Orang awam berpikir, jika si A balik ke masa lalu dan membunuh kakeknya sebelum si kakek punya keturunan (ayah/ibu si A), maka si A akan lenyap. Sebab tanpa ayah/ibunya, si A takkan lahir. Tapi masalah muncul. Jika di masa lalu, si kakek sudah mati sebelum dia punya keturunan, bagaima mungkin si A bisa ada di masa lalu untuk membunuhnya? Sebab logikanya, masa depan telah ditulis ulang dan si A seharusnya hilang. Lalu kenapa si A bisa membunuh kakeknya di masa lalu? Paradoks/masalah itu dinamakan Paradoks Sang Kakek.

John Titor menyebutkan bahwa paradoks itu SALAH. Sebab jika si A balik ke masa lalu ataupun maju ke masa depan, dia akan mendarat di DUNIA LAIN serupa tapi tak sama. Agar lebih mudah dijelaskan, ibaratkan waktu sebagai sungai yg terdiri dari trilyunan tetes air. Dunia/masa kita ini adalah setetes air yg mengalir bersama tetes2 air lain membentuk sungai. Dunia John dan dunia kita serupa, sama2 seperti tetes air. Dengan mendatangi masa kita, John melompat dari dunianya dan mendarat di dunia kita. Meski masa kita serupa dengan masa lalu dari dunia John, dunai kita bukanlah dunianya. Jika John membunuh kakek kandungnya di dunia kita, kakek John yg asli (yg berasal dari dunia John) akan tetap selamat. Sebab orang yg John bunuh di masa kita adalah orang lain yg serupa tapi tak sama. Jadi intinya, jika kita balik ke masa lalu dan berharap bisa mengubah sesuatu agar masa depan berubah, hal itu takkan bisa terjadi. Sebab perubahan yg terjadi hanya mempengaruhi dunia yg kita datangi.

Berhubung dunia kita dengan dunia John tidak sama, walaupun serupa, ada beberapa hal yg mungkin tidak akan terjadi menurut “ramalan” John. John menyatakan beberapa kejadian mengerikan dari masanya. Kejadian2 itu mungkin takkan terjadi di dunia kita sebab dunia kita dan dunianya BERBEDA. TAPI dengan kehadirannya di dunia kita dan tindakannya yg membocorkan beberapa event masa depan MUNGKIN telah merubah dunia kita tanpa kita sadari! (contoh: mungkin saja, dunia kita seharusnya tidak bisa menciptakan mesin waktu dalam waktu dekat tapi gara2 John mengobral pengalamannya, ilmuwan2 dunia kita tertantang untuk menciptakan mesin waktu. Alhasil, dunia kita mengenal mesin waktu lebih cepat dari yg seharusnya)

Menurut rumus Fisika, semakin jauh kita berkelana ke masa lalu, dunia yg kita temui akan semakin berbeda. Mungkin saja di dunia masa lalu yg kita datangi, manusia gagal berevolusi. Dikarenakan hal ini, balik ke masa asal kita juga takkan mudah. Kita akan mendarat di dunia yg serupa tapi tak sama, sama dengan kejadian dalam film seri Sliders.

Karena jumlah dunia paralel itu tak terhitung, tak mungkin bagi seorang penjelajah waktu untuk kembali ke masa yg sama 2x sebab dia akan mendarat di dunia lain. Jadi John tak bisa kembali mengunjingi dunia kita di tahun 2001 2x atau lebih. Kalaupun ada seorang John Titor lain, maka John itu pasti John yg berasal dari dunia/masa LAIN (yg belum pernah datang ke dunia/masa kita).

“RAMALAN” JOHN vs KENYATAAN TAHUN 2008

Mudah sekali untuk menganggap Jon sebagai kebohongan science-fiction, banyak orang setuju bahwa ada sesuatu ‘mengerikan’ tentang dia. Sebab penjelasan ilmiahnya sangat akurat! Professor Ronald Mallet dari University of Connecticut membenarkan teori John dan malah dikabarkan sedang membangun mesin waktu! Beberapa prediksi John (pada masa 2001 memang terdengar konyol) mulai menjadi kenyataan!

1.
KATA JOHN: Olimpiade 2004 adalah olimpiade yg terakhir. Olimpiade berikutnya dijadwalkan berlangsung tahun 2040.
KENYATAAN: Seperti yg kita tahu, banyak orang menyerukan agar olimpiade Beijing 2008 diboikot karena China dianggap tidak menghormati hak asasi Tibet. Jika benar diboikot, Olimpiade bisa gagal!

2.
KATA JOHN: Di tahun 2001, John menyebut sebuah puisi “A Soldier’s Winter” (Musin Dingin Seorang Tentara). Dia mengaku bahwa puisi itu ditulis oleh seorang personel militer Amrik. Saat penulis puisi itu meninggal, puisinya diedit dan dijadikan simbol di masa John.
KENYATAAN: Di masa kita, seorang pensiunan Kolonel dari Angkatan Darat Amrik bernama Larry Cluck menulis puisi berjudul “A Soldier’s Winter” SETELAH John menyebutkannya!

3.
KATA JOHN: Mesin waktunya memasok tenaga lubang hitam. Teknologi lubang hitam telah dimulai sejak awal 2000an. Di masanya, lubang hitam mudah diciptakan dengan mesin khusus.
KENYATAAN: (23 Feb 2007) Di Albuquerque, New Mexico, Amerika, di laboratorium Sandia National, para ahli menciptakan Mesin Z. Listrik secara diam2 dicuri dari kota untuk menghidupkan generator raksasa mesin Z. Energi yg dihasilkan diarahkan ke sebuah ruang hampa udara dan membentuk sebuah “matahari” mini yg lebih panas dari suhu inti dalam matahari kita. Terlalu panas, “matahari” itu meledak dan berubah menjadi lubang hitam mini yg mampu menyedot apapun (bahkan cahaya!). Lubang hitam jika dibiarkan bisa menyedot segalanya dan menyebabkan kiamat. Tapi beruntung, lubang hitam mini itu langsung musnah setelah tercipta. Penelitian lubang hitam telah dimulai sejak 1990. Kabarnya, mereka mau mengembangkan lubang hitam menjadi energi alternatif. Mesin Z juga bisa MELUMERKAN intan dalam sekejab!

4.
KATA JOHN: Kanker dan AIDS masih mewabah di masanya tapi ilmuwan menemukan cara lain untuk memernagi kanker. Dengan memakai VIRUS!
KENYATAAN: Di Calgary, Canada, tahun 2007, ilmuwan mengembangkan virus yg bisa dipakai untuk menyernag sel kanker bernama Virus VSV. Virus ini berhasil memernagi sel kanker pada tikus2 percobaan.

5.
KATA JOHN: Meisn waktunya adalah model C204 yg dibuat oleh militer AS.
KENYATAAN: Militer AS sejak tahun 1989 telah mengembangkan alat penghasil gravitasi berputar/spinning gravity device (proyek 8914-I). Alat ini sangat besar dan tinggi, berputar dengan poros vertikal berlawanan jarum jam. Putarannya sangat cepat sehingga dimensi waktu dan ruang akan terdistorsi. Energi yg dihasilkan adalah electromagnetik. Alat ini mirip sekali dengan C204.

6.
KATA JOHN: Internet di masanya tidak tergantung pada ISP. Internet model baru bisa “berdiri” sendiri (terpisah dari backbone), bisa diinstal di mana saja, bisa dipindah2. Dan mengisi energinya sendiri.
KENYATAAN: Intel mengembangkan teknologi Wi-Fi yg bisa mengirim data sejauh 60MIL! Penduduk di pelosok pedalaman bisa memakai internet di kemudian hari. Teknologi ini disebut “Rural Connectivity Platform” (RCP) terdiri dari prosesor, “radio”, software khusus dan antena. Mampu mengirim data 6.5 megabits/detik! Alat ini cuma membutuhkan energi matahari untuk berfungsi!

7.
KATA JOHN: Penyakit sapi gila akan mewabah di masanya dan membunuh banyak orang tanpa bisa dihentikan.
KENYATAAN: Penyakit ini memang BELUM mewabah seperti flu burung. Tapi penelitian pada suku Papua Nugini (suku Fore) menunjukkan bahwa kuman penyebab sapi gila bisa bersmebunyi dalam tubuh manusia selama 56 TAHUN tanpa menunjukkan gejala! Banyak orang suku Fore terkena penyakit serupa sapi gila (akibat kanibalisme) tapi mereka hidup puluhan tahun sebelum akhirnya mati mengenaskan (paranoid/gila lalu mati). Para ahli berteori bahwa kemungkinan besar orang bisa mengidap sapi gila tanpa mengetahuinya selama puluhan tahun. Dan saat penyakit itu sudah “matang”, takkan tertolong lagi.

http://www.consumerfreedom.com/issuepage.cfm/topic/5

8.
KATA JOHN: Stephen Hawking punya teori SALAH soal lubang hitam mini, bahwa benda itu tak bisa ditahan sebab lubang hitam akan segera menguap begitu terbentuk.
KENYATAAN: Beberapa tahun setelah kepergian John, Stephen Hawking (http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_hawking) BENAR-BENAR MERUBAH pendapatnya soal lubang hitam saat dia mengunjungi laboratorium CERN (Badan Penelitian Nuklir Dewan Eropa). Stephen terpesona melihat CERN mampu menghasilkan lubang hitam mini dan menahannya!


“RAMALAN” YG BELUM TERJADI

1. Amerika akan jatuh miskin dan kacau akibat bencana alam skala besar. Penduduk Amrik yg selamat akan kelaparan dan kesal sehingga terjadi perang sipil. Amerika akan terkoyak. Kota2 besar akan rata dengan tanah. Setelah Amrik bangkit dari kehancuran, Amrik akan punya presiden bersama (beberapa presiden yg mewakili area Amrik yg terpecah). Kehidupan menjadi lebih sederhana. Tak ada pabrik yg menciptakan produk mewah, kendaraan, dan makanan ringan/kaleng. Makanan akan dihasilkan sendiri (berternak/berkebun) karena banyak area terkena radiasi dan penyakit. Orang2 akan lebih banyak membaca dan berbicara. Kehidupan beragama akan meningkat (karena semua trauma dengan bencana, perang, kematian).

2. China mengambil kesempatan dalam kesempitan. Saat Amrik kacau, China akan menjajah Taiwan, Korea, dan Jepang! Tanda2 ke arah itu sudah muncul. China menghabiskan banyak uang untuk memperbaharui persenjataannya. Sampai2 Amerika penasaran.

3. Rusia juga gila, menyerang Amerika, Uni Eropa, dan China. Alhasil, Uni Eropa pecah. Negara2 Eropa dan China akan hancur akibat serangan Rusia.

Sekarang semua terserah Anda... Believe it or not..!!

seLengkapnya..

12.12.08

Sains,Islam,dan Revolusi Ilmiah

Tulisan ini memfokuskan diri pada isu sains dan Islam yang akhir-akhir ini banyak mendapat perhatian dari kalangan akademik dan masyarakat Islam di Indonesia. Isu ini menjadi hangat karena adanya keinginan, harapan, dan semangat akan bangkitnya peradaban Islam yang dimotivasi oleh romantisisme sejarah kejayaan peradaban Islam dalam bidang sains beberapa abad yang lampau. Studi mengenai sains dalam Islam sebenarnya sudah dibahas secara serius oleh beberapa sarjana, baik muslim maupun Barat. Secara garis besar, studi ini mencakup dua aspek, yakni historis dan epistemologis. Dalam tulisan ini saya akan mendiskusikan kedua aspek ini dan melajutkannya ke dalam konteks Indonesia.

Revolusi Ilmiah
Diskusi sains dan Islam ada baiknya dimulai dari satu peristiwa monumental yang menandai lahirnya sains modern, yakni Revolusi Ilmiah pada abad ke 17 di Eropa Barat yang menjadi “cikal bakal” munculnya sains moderns sebagai sistem pengetahuan “universal.” Dalam historiografi sains, salah satu pertanyaan besar yang selalu menjadi daya tarik adalah: Mengapa Revolusi Ilmiah tersebut tidak terjadi di peradaban Islam yang mengalami masa kejayaan berabad-abad sebelum bangsa Eropa membangun sistem pengetahuan mereka? Bukankan peradaban Islam itu sendiri sudah memiliki dasar-dasar yang kuat (tradisi filsafat dan ilmu pengetahuan) yang memungkinkan terjadinya Revolusi Ilmiah itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada dua hal yang perlu dipahami. Pertama adalah sejarah sosial sains di Eropa ketika terjadi Revolusi Ilmiah. Yang kedua adalah karakteristik internal sistem pengetahuan peradaban Islam yang tidak memungkinkan terjadinya Revolusi Ilmiah. Walaupun membandingkan kedua hal ini sedikit ambigius, komparasi singkat ini cukup bermanfaat untuk melihat bagaimana sains modern dan Islam kontemporer bertemu.



Ada beberapa tesis yang kita bisa ambil untuk memahami peristiwa Revolusi Ilmiah di Eropa. Pertama, Revolusi Ilmiah selalu dikaitkan dengan proses sekularisasi atau tercabutnya kekuasaan agama dalam sistem sosial politik yang memungkinakn sains lepas dari kungkungan institusi agama. Telah banyak diketahui bahwa pada abad 16 dan 17 ketika era Renaissannce, agama sebagai institusi yang sangat dominan dan hegemonik di Eropa kala itu mengalami perubahan radikal dalam posisinya sebagai pemegang otoritas penuh segala bentuk kebenaran. Tetapi lepasnya sains dari otoritas agama tidak menjadikannya independen. Dalam catatan Leonardo Olschki, terjadinya Revolusi Ilmiah tidak lepas dari proses transformasi pengetahuan ilmiah ke dalam bentuk utilitas teknis. Menurut Hessen keberhasilan sains moderen di abad 16 dan 17 didorong oleh runtuhnya sistem ekonomi feodal yang digantikan oleh sistem ekonomi kapitalisme. Secara spesifik, Hessen merujuk perkembangan ilmu fisika pada saat itu sebagai bentuk respon terhadap kebutuhan-kebutuhan teknis dalam industri dan peperangan. Dari catatan-catatan sejarah tentang Revolusi Ilmiah ini kita bisa memahami bahwa perkembangan sains moderen di Eropa tidak lepas dari berbagai bentuk kepentingan ekonomi dan politik. Bahkan, seperti yang dikatakan oleh oleh Sandra Harding, sains moderen telah menjadi kendaraan bagi praktek hegemoni dan pemenuhan ambisi-ambisi nasionalisme bangsa Eropa ketika melakukan penjajahan terhadap bangsa-bangsa lain.

Sekarang mari kita menengok ke sejarah yang lebih awal tentang peradaban Islam dan sistem pengetahuan yang dibangunnya. Catatan A.I. Sabra dapat kita jadikan salah satu pegangan untuk melihat kontribusi peradaban Islam dalam sains. Dalam pengamatannya, peradaban Islam memang mengimpor tradisi intelektual dari peradaban Yunani Klasik. Tetapi proses ini tidak dilakukan begitu saja secara pasif, melainkan dilakukan melalui proses appropriation atau penyesuaian dengan nilai-nilai Islam. Dengan demikian peradaban Islam mampu mengambil, mengolah, dan memproduksi suatu sistem pengetahuan yang baru, unik, dan terpadu yang tidak tidak pernah ada sebelumnya. Ada dua hal yang dicatat Sabra sebagai kontribusi signifikan peradaban Islam dalam sains. Pertama adalah dalam tingkat pemikiran ilmiah yang diilhami oleh kebutuhan dalam sistem kepercayaan Islam. Penentuan arah kiblat secara akurat adalah salah satu hasil dari konjungsi ini. Kedua dalam tingkat institusionalisasi sains. Sabra merujuk pada empat institusi penting bagi perkembamgan sains yang pertama kali muncul dalam peradaban Islam, yaitu rumah sakit, perpustakaan umum, sekolah tinggi, dan observatorium astronomi. Semua kemajuan yang dicapai ini dimungkinkan oleh dukungan dari penguasa pada waktu itu dalam bentuk pendanaan dan penghargaan terhadap tradisi ilmiah.

Lalu mengapa sains dalam peradaban Islam tidak berhasil mempertahankan kontinyuitasnya, gagal mencapai titik Revolusi Ilmiah, dan justru mengalami penurunan? Salah satu tesis yang menarik datang dari Aydin Sadili. Seperti dijelaskan di atas bahwa keunikan sains dalam Islam adalah masuknya unsur agama dalam sistem pengetahuan. Tetapi, menurut Sadili, disini jugalah penyebab kegagalan peradaban Islam mencapai Revolusi Ilmiah. Dalam asumsi Sadili, tradisi intelektual Yunani Klasik yang diwarisi oleh peradaban Islam baru dapat menghasilkan kemajuan ilmiah jika terjadi proses rekonsiliasi dengan kekuatan agama. Rekonsiliasi antara sains dan agama tersebut terjadi di peradaban Eropa, tetapi tidak terjadi di peradaban Islam. Dikotomi antara dua jenis pengetahuan, yakni pengetahuan keagamaan dan pengetahuan duniawi (awâil) adalah indikasi kuat. Permasalahan yang terjadi adalah adanya ketimpangan posisi antara pengetahuan agama dan pengetahuan duniawi di mana pengetahuan agama menempati posisi sosial politik yang lebih baik sementara status pengetahuan duniawi berada pada status pelengkap.

Selanjutnya, Sadili melihat bahwa salah satu permasalah krusial gagalnya sains Islam dalam mencapai tahap Revolusi Ilmiah adalah terpisahnya tradisi filsafat dengan tradisi pemikiran keagamaan. Karena sains dan filsafat berada dalam kelompok pengetahuan yang sama, yakni pengetahuan duniawi. Pemisahan ini pada akhirnya membatasi filsafat dan sains dalam mempertanyakan hal-hal di luar otoritasnya. Adanya keterbatasan ini berimplikasi pada berhentinya tradisi ilmiah di peradaban Islam sampai akhirnya semua tradisi ilmiah tersebut diimpor oleh bangsa Eropa beberapa abad kemudian.


Sains Moderen dan Islam
Keinginan atau obsesi akan bangkitnya kembali peradaban Islam secara jujur lahir dari bentuk romantisisme terhadap sejarah masa lampau. Walau begitu, keinginan itu tentunya sesuatu yang wajar. Bahkan menjadi kewajiban setiap muslim untuk dapat membangun suatu peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Karena itu, catatan sejarah di atas akan membuat kita lebih bijak dalam melihat ke arah mana kita akan menuju. Satu hal yang jelas adalah sebuah peradaban baru dapat berdiri kokoh jika berhasil membangun suatu sistem pengetahuan yang mapan. Bangkitnya peradaban Islam akan sangat tergantung pada keberhasilan dalam bidang sains melalui prestasi institusional dan epistemologis menuju pada proses dekonstruksi epistemologi sains moderen yang memungkinkan nilai-nilai Islam terserap secara seimbang ke dalam sistem pengetahuan yang dibangun tanpa harus menjadikan sains sebagai alat legitimasi agama dan sebaliknya. Ini sejalan dengan gagasan islamisasi pengetahuan yang pernah dilontarkan oleh Ismail Raji Al-faruqi.

Mengapa masyarakat Islam perlu melakukan reformasi sains moderen? Bukankah sains moderen telah begitu banyak memberikan manfaat bagi manusia? Pernyataan ini mungkin benar jika kita melihat tanpa sikap kritis bagaimana sains moderen membuat kehidupan (sekelompok) manusia menjadi lebih sejahtera. Argumen yang masuk akal datang dari Sal Restivo yang mengungkap bagaimana sains moderen adalah sebuah masalah sosial karena lahir dari sistem masyarakat moderen yang cacat. Secara historispun kita bisa memahami bagaimana sains moderen lahir sebagai mesin eksploitasi sistem kapitalisme. Paul Feyerabend bahkan mengkritik sains moderen sebagai ancaman terhadap nilai-nilai demokrasi, kualitas hidup manusia, dan bahkan kelangsungan hidup bumi beserta isinya. Dalam kondisisi seperti ini, Islam semestinya dapat menjadi suatu alternatif dalam mengembangkan sains ke arah yang lebih bijak.

Walau begitu, islamisasi pengetahuan adalah sebuah proyek ambisius untuk tidak menyebutnya utopia. Proyek islamisasi pengetahuan yang sarat dengan nilai akan sangat sulit tercapai karena bertentangan dengan dogma sains moderen yang mengklaim dirinya sebagai “bebas” nilai sehingga bersifat netral dan universal. Klaim netralitas dan universalitas sains moderen itu sendiri pada dasarnya bermasalah. Netralitas justru menjadi tempat perlindungan bagi sains moderen dari kritik terhadap berbagai permasalahan sosial yang diproduksinya. Sementara universalitas tidak lebih dari sekedar alat hegemoni sains moderen terhadap sistem pengetahuan yang lain. Studi sosial dan kultural terhadap sains moderen yang dilakukan beberapa sarjana memberi cukup bukti bahwa sains dan pengetahuan yang dihasilkannya selalu bersifat kultural, terkonstruksi secara sosial, dan tidak pernah lepas dari kepentingan ekonomi dan politik. Inilah tantangan terbesar bagi saintis muslim dalam upaya membangun sistem pengetahuan yang islami.



Islam dan Sains di Indonesia
Kenyataan bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia selalu dikaitkan dengan harapan akan bangkitnya Islam di negara ini. Fakta kuantitatif ini sayangnya belum cukup bagi kita untuk bersikap optimis. Kendala besar bagi cita-cita tersebut ada pada dua sisi. Sisi pertama adalah masih lemahnya tradisi ilmiah di Indonesia. Walaupun Indonesia memiliki perguruan tinggi yang cukup berkualitas, kegiatan ilmiah yang sehat, khususnya dalam bidang sains, dalam menghasilkan pengetahuan yang orisinil masih jauh dari harapan. Kondisi ini menjadi lebih lemah lagi karena terpisahnya sains dan filsafat dalam wacana akademik. Masuknya sains dalam kategori ilmu eksakta sementara filsafat sebagai ilmu non-eksakta adalah indikasinya. Padahal kategori eksakta dan non-eksakta tersebut bersifat ilusif. Ini menyebabkan tidak terbentuknya suatu tradisi filsafat kritik sains yang mapan, dan sebaliknya, sains berjalan sendiri seolah-olah dia bersifat otonom.

Pada sisi kedua, merujuk pada tesis Nurcholish Majid, satu kenyataan bahwa masyarakat Islam di Indonesia tidak mewarisi tradisi intelektual peradaban Islam ketika masa keemasan. Islam muncul di Indonesia justru ketika tradisi intelektual Islam sedang mengalami penurunan di tempat asalnya sehingga tradisi intelektual tersebut tidak sempat terserap dalam sistem sosial dan kebudayaan. Disamping itu, salah satu syarat tumbuhnya tradisi intelektual adalah adanya sikap keterbukaan atau inklusivitas karena suatu sistem pengetahuan baru dapat terbentuk dengan baik jika berada dalam sistem sosial yang menghargai perbedaan dan keberagaman pemikiran. Hal ini menjadi isu penting mengingat masih kuatnya eksklusivitas di berbagai lapisan masyarakat Islam di Indonesia.

Sebagai penutup, apa yang diuraikan di atas adalah suatu bentuk kepedulian terhadap Islam dan sains di Indonesia yang patut mendapat perhatian publik secara terus menerus untuk membangkitan semangat dan tradisi kritik sains sekaligus kritik bagi masyarakat Islam di Indonesia. Dan karenanya studi relasi antar sains dan Islam seharusnya menjadi agenda penting, baik dalam tradisi filsafat Islam maupun dalam wacana sains di level teoritis maupun praksis.

seLengkapnya..

Mengenal Virus Komputer

ASAL MUASAL VIRUS
1949, John von Neumann, menggungkapkan " teori self altering automata " yang merupakan hasil riset dari para ahli matematika.
1960, Lab BELL (AT&T), para ahli di lab BELL (AT&T) mencoba-coba teori yang diungkapkan oleh John von Neumann, dengan membuat suatu jenis permainan/game. Mereka membuat program yang dapat memperbanyak dirinya dan dapat menghancurkan program buatan lawan. Program yang mampu bertahan dan menghancurkan semua program lain, akan dianggap sebagai pemenangnya. Permainan ini akhirnya menjadi permainan favorit di tiap-tiap lab komputer. Tetapi, semakin lama program yang diciptakan makin berbahaya, sehingga mereka melakukan pengawasan dan pengamanan yang ketat terhadap permainan ini.

1980, Program-program tersebut yang akhirnya dikenal dengan sebutan "virus" ini berhasil menyebar keluar lingkungan laboratorium, dan mulai beredar di masyarakat umum.
PENGERTIAN VIRUS
"A program that can infect other programs by modifying them to include a slighty altered copy of itself. A virus can spread throughout a computer system or network using the authorization of every user using it to infect their programs. Every programs that gets infected can also act as a virus that infection grows“
( Fred Cohen ).
Pertama kali istilah “virus” digunakan oleh Fred Cohen pada tahun 1984 di Amerika Serikat. Virus komputer dinamakan “virus” karena memiliki beberapa persamaan mendasar dengan virus pada istilah kedokteran (biological viruses).
Virus komputer bisa diartikan sebagai suatu program komputer biasa. Tetapi memiliki perbedaan yang mendasar dengan program-program lainnya,yaitu virus dibuat untuk menulari program-program lainnya, mengubah, memanipulasinya bahkan sampai merusaknya. Ada yang perlu dicatat disini, virus hanya akan menulari apabila program pemicu atau program yang telah terinfeksi tadi dieksekusi, disinilah perbedaannya dengan "worm". Tulisan ini tidak akan bahas worm karena nanti akan mengalihkan kita dari pembahasan mengenai virus ini.

seLengkapnya..